PENDAHULUAN
Nama : Julio Pratama Putra
NPM : 19113745
Kelas : 1KA03
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Jennie Kusumaningrum
Mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD) merupakan mata kuliah analisis
atas aneka fenomena sosial masyarakat dengan segala dinamika dan
implikasinya dari sudut pandang kajian dasar falsafah keilmuan. Manusia
sebagai makhluk sosial tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya
dengan manusia lain. Sudah bukan rahasia lagi bahwa segala bentuk
kebudayaan, tatanan hidup, dan sistem kemasyarakatan terbentuk karena
interaksi dan benturan kepentingan antara satu manusia dengan manusia
lainnya. Sejak zaman prasejarah hingga sejarah, manusia telah disibukkan
dengan keterciptaan berbagai aturan dan norma dalam kehidupan
berkelompok mereka. Dalam kelindan berbagai keterciptaan itulah ilmu
pengetahuan terbukti memainkan peranan signifikan.
Ilmu
pengetahuan tidak hanya dapat dipahami dalam arti sebuah hukum atau
teori ilmiah sebagai hasil statis kegiatan utamanya. Ilmu pengetahuan
harus dipandang juga sebagai sebuah proses, sebuah kegiatan, dan tentu
saja sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh para ilmuwan. Mahasiswa
yang akan diorientasikan untuk menjadi sosok ilmuwan yang peka atas
permasalahan sosial kemasyarakatan diharapkan mampu larut dalam proses
keterciptaan ilmu pengetahuan tersebut. Kemampuan untuk larut tersebut
harus dimulai dengan mengetahui dan memahami dasar-dasar ilmu
pengetahuan melalui kemampuan “membaca” berbagai hasil teori dan kajian
ilmu sosial, untuk kemudian mampu melihat relevansi dan aplikasinya
dengan fenomena dan problema sosial kontemporer. Pada tataran
selanjutnya pemahaman itu akan menggerakkan kemampuan untuk berproses
dalam keterciptaan ilmu pengetahuan. Artinya pada simpul akhir mahasiswa
tidak menerima begitu saja teori dan hukum ilmiah yang telah ada,
melainkan mampu melahirkan teori dan kajian-kajian atas fenomena sosial
sebagai karya personal mereka. Mata kuliah ISD menjadi mata kuliah
pengantar demi tujuan tersebut.
Tujuan Belajar Ilmu Sosial Dasar :
1. Mahasiswa memiliki kesiapan untuk menekuni dunia keilmuan.
2. Mahasiswa bisa
mengerti dan memahami prinsip filsafaat ilmu sebagai landasan mengerti
dan memahami berbagai fenomena sosial kontemporer.
3. Mahasiswa
mampu memahami berbagai konsep ilmu sosial yang akan digunakan sebagai
instrumen memetakan segala problematika sosial kemasyarakatan.
A. PENGERTIAN
Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu
pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga :
1. Natural sciences (ilmu-ilmu alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, astronomi, biologi dll
2. Sosial sciences (ilmu-ilmu social) terdiri dari: Sosiologi, Ekonomi, Politik antropologi, Sejarah, Psykologi, Geografi dll
3. Humanities (ilmu-ilmu budaya) meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll.
Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut
diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan
pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah
masalah social khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia
dengan menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep teori) yang
berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu
ilmu social seperti:
Sejarah, ekonomio, geografi social. Sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Ilmu social dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu social
dasar yang dipadukan, karena ilmu social dasar tidak memiliki objek dan
metode ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkan suatu
penilitian sebagaimana suatu disiplin ilmu seperti ilmu-ilmu social
diatas.
Ilmu sosial dasar merupakan suau bahan studi atau program pekerjaan
yang khusus dirancanga untuk kepentingan atau pengerjaan yang di
Indonesia diberikan di perguruan tinggi.
B. LATAR BELAKANG
Banyaknya kritik sistem pendidikan di
perguruan tinggi oleh para cendekiawan. Mereka berpendapat bahwa
sistem pendidikan yang berlangsung masih berbau kolonial dan merupakan
warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda yaitu kelanjutan dari
politik “balas budi / etische politick” (oleh Conrad Theodore van
Deventer) sistem pendidikan tersebut bertujuan menghasilkan tenaga
terampil untuk menjadi “tukang” yang mengisi birokrasi mereka dibidang
administrasi, perdagangan, tehnik dan keahlian lain dalam tujuan
eksploitasi (pemerasan) kekayaan negara.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan
tidak hanya menjadi tukang saja tetapi diharapkan mempunyai tiga jenis
kemampuan yaitu personal, akademis dan kemampuan profesional.
a. Kemampuan Personal (kemampuan kepribadian)
Dengan kemampuan ini tenaga ahli diharaphan memiliki pengetahuan
sehingga menunjukkan sikap dan tindakan yang mencerminkan kepribadian
Indonesia, mengenal dan memahami nilai-nilai keagamaan,
kemasyarakatan,kenegaraan (pancasila) serta memiliki pandangan luas
serta kepekaan terhadap berbagai masaah yang dihadapi masyarakat
Indonesia.
b. Kemampuan Akademik
Adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan
maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, mampu berpikir logis,
kritis, sistematis dan analitis. Memiliki kemampuan konsepsional untuk
mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu
menawarkan altematif pemecahannya.
c. Kemampuan Professional
Adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang
bersangkutan. Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan
ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
C. RUANG LINGKUP
Bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan 3 golongan :
1. kenyataan-kenyataan social yang ada dala mmasyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu.
2. konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang
kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elemnter saja
yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang
dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
3. masalah-masalh yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam
berbagai kenyataan-kenyataan social yang antara yang satu dengan yang
lainnya berbeda.
Perbedaan Ilmu Sosial Dasar & Ilmu Pengetahuan Sosial :
1.ISD mulai dipelajari di perguruan tinggi , sedangkan IPS sudah dipelajari sejak tingkat SD dan Lanjutan.
2.ISD merupakan mata kuliah tunggal , sedangkan IPS merupakan gabungan dari beberapa mata pelajaran.
3.ISD untuk pembentukan sikap dan kepribadian , sedangkan IPS untuk pembentukan pengetahuan & ketrampilan.
Persamaan Ilmu Sosial Dasar & Ilmu Pengetahuan Sosial :
1.Bahan studi untuk kepentingan umum.
2.Bagian dari disiplin ilmu lain.
3.Membahas materi tentang kenyataan sosial dan masalah sosial.
D. MASALAH SOSIAL
Masalah yang
dihadapi tidaklah sama, disebabkan karena perbedaan tingkat
perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam. Masalah
tersebut dapat berupa sosial, politik, moral dll. Yang membedakan
masalah ini ada hubungannya dengan nilai moral dan pranata sosial.
1. Menurut masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umumadalah masalah sosial.
2. Menurut para ahli, suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat
berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang menimbulkan kekacauan.
Masalah sosial muncul sejak peradaban manusia karena dianggap
mengganggu kesejahteraan hidup. Dan membuat masyarakat untuk
mengedintifikasi, menganalisa cara untuk mengatasinya.
ISD menyajikan pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk
sosial dan masalahnya dengan menggunakan kerangka pendekatan. Dengan
menggunakan kacamata obyektif berarti, konsep dan teori yang berhubungan
dengan hakikat manusia dan masalahnya telah dikembangkan dalam ilmu
sosial dan digunakan. Sedangkan menurut kacamata subyektif masalah yang
dibahas akan dikaju menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan.
Sumber : Klik !